- trending-title
- Kelelahan yang Tak Terlihat: Ketika Rasulullah Saw. Menyimpan Luka untuk Umatnya
Surat Al – Muddatsir adalah salah satu surat dalam Al-Quran yang memiliki keistimewaan dalam sejarah Islam. Surat ini termasuk dalam golongan surat Makkiyah, artinya surat ini diturunkan pada masa awal kenabian Nabi Muhammad SAW saat beliau masih berdakwah di Makkah.
Surat Al – Muddatsir mengandung pesan-pesan penting yang mengajarkan manusia tentang pentingnya beriman dan beramal saleh. Surat ini dimulai dengan perintah dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk bangun dan bersiap-siap karena tugas yang berat yang menanti. Nabi Muhammad kemudian diberikan perintah untuk menyebarkan ajaran Islam dan menyeru manusia untuk beriman kepada Allah SWT.
Imam As Syutuhi menulis sebagai
berikut: Asy-Syaikhani meriwayatkan dari Jabir, ia mengatakan; Rasulullah
berkata, "Aku menyepi di Gua Hira selama satu bulan. Ketika sudah selesai
menyepi, maka aku turun ke arah lembah. Kemudian aku dipangil tetapi aku tidak
melihat seorang pun. Aku lalu menengadahkan kepalaku Tiba-tiba ada malaikat
yang datang kepadaku. Aku lalu pulang, kemudian aku katakan, 'Selimutulah aku.'
Maka Allah menurunkan ayat, “Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah
peringatan!" (Al-Muddassir: 1-2).
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan mengenai ayat ini, orang yang diminta Rasulullah untuk menyelimutinya adalah istri beliau, Khadijah. Oleh Rasulullah, Khadijah juga diminta untuk mengompres beliau saw.Diriwayatkan bahwa Rasulullah menyepi ke Gua Hira setelah Allah tak menurunkan wahyu kepada beliau untuk beberapa lama.
Dalam satu riwayat sahabat Nabi
Ibnu Abbas pernah mengatakan, dalam satu majelis orang kafir Quraisy yakni pada
jamuan makan yang dibuat oleh Al Walid ibnul Mugirah, Al Walid bertanya kepada
orang-orang Quraisy.
"Bagaimanakah pendapat kalian
dengan lelaki ini (maksudnya Nabi Saw.)?" Sebagian dari mereka mengatakan
seorang penyihir, sebagian yang lain mengatakan bukan seorang penyihir. Dan
sebagian yang lainnya lagi mengatakan seorang tukang tenung, maka sebagian
yanglainnya menjawab bukan seorang tukang tenung.
Sebagian dari mereka ada yang mengatakan seorang penyair, dan sebagian yang lainnya menjawabnya bukan seorang penyair. Lalu sebagian dari mereka ada yang mengatakan bahwa bahkan dia adalah seorang penyihir yang belajar (dari orang-orang dahulu). Akhirnya mereka sepakat menyebutnya sebagai seorang penyihir yang belajar dari orang-orang dahulu.”
Selain itu, Surat Al - Muddatsir juga
memberikan petunjuk bagi umat Islam untuk senantiasa berpegang teguh pada
ajaran Islam dan menjauhi segala bentuk perbuatan yang dapat menyebabkan dosa.
Surat ini mengajarkan pentingnya menjaga diri dari godaan dan menghindari
perilaku buruk yang dapat menghancurkan moral dan akhlak manusia.
Surat Al - Muddatsirjuga menjadi
pengingat bagi manusia tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan
spiritual. Surat ini mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan jiwa
agar dapat beribadah dengan baik kepada Allah SWT dan memperoleh keberkahan
hidup di dunia dan di akhirat.
Kesimpulannya, Surat Al - Muddatsirmemiliki
tema penting tentang keimanan, ketaqwaan, dan keberanian dalam menyebarkan
agama Islam. Surat ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus berjuang
dalam menyebarkan ajaran Islam meskipun menghadapi tantangan yang berat. Semoga
kita dapat belajar dari surat ini dan mengambil pelajaran yang berharga dalam
kehidupan kita sehari-hari.