- trending-title
- Kelelahan yang Tak Terlihat: Ketika Rasulullah Saw. Menyimpan Luka untuk Umatnya
Abu Abdillah an Nu'man bin Basyir al Anshari adalah salah satu sahabat Nabi
Muhammad SAW yang terkenal dalam sejarah Islam. Ia lahir di kota Madinah pada
tahun ke-5 Hijriyah dan berasal dari suku Khazraj.
Keluarga Nu'man bin Basyir terkenal
sebagai keluarga yang sangat religius dan berbakti kepada agama Islam. Ayahnya,
Basyir bin al-Ahwas, adalah seorang sahabat Nabi yang ikut serta dalam
pertempuran Badar dan Uhud. Ibunya, Syifa binti Abdillah, juga merupakan
seorang sahabat Nabi yang sangat aktif dalam mengajarkan agama Islam kepada
masyarakat di Madinah.
Nu'man bin Basyir tumbuh dalam
lingkungan yang sangat religius dan berbakti kepada agama Islam. Ia belajar
agama Islam dari ayahnya dan juga mengikuti pengajian-pengajian yang diadakan
oleh para sahabat Nabi lainnya di Madinah.
Ketika Nabi Muhammad SAW wafat pada
tahun 632 Masehi, Nu'man bin Basyir masih sangat muda. Namun, ia tetap aktif
dalam menyebarkan agama Islam dan berpartisipasi dalam pertempuran-pertempuran
yang diadakan oleh umat Islam.
Nu'man bin Basyir juga terkenal
sebagai seorang yang sangat dermawan dan pemurah. Ia sering memberikan harta
kekayaannya kepada orang-orang yang membutuhkan dan selalu siap membantu mereka
yang sedang dalam kesulitan.
Salah satu kisah yang terkenal
tentang dermawaninya adalah ketika ia memberikan sebagian dari kekayaannya
kepada seorang lelaki yang sangat miskin. Lelaki tersebut kemudian menangis
terharu dan berkata, "Wahai Abu Abdillah, aku membutuhkan uang untuk membeli
sesuatu yang tidak akan pernah bisa kau beli dengan kekayaanmu, yaitu cinta dan
keridhaan Allah."
Nu'man bin Basyir juga terkenal
sebagai seorang yang sangat taat kepada Allah SWT dan selalu menjaga ibadahnya
dengan baik. Ia sering melakukan shalat malam dan membaca Al-Quran di
waktu-waktu yang kosong.
Suatu ketika, Nu'man bin Basyir
bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, "Wahai Rasulullah, apakah aku akan
masuk surga jika aku melakukan semua ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT
dan menjauhi semua yang diharamkan?" Nabi Muhammad SAW menjawab, "Ya,
jika kamu memang benar-benar melakukannya dengan tulus ikhlas dan tidak
menyalahgunakan nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepadamu."
Nu'man bin Basyir kemudian berusaha
untuk selalu memperbaiki dirinya dan meningkatkan kualitas ibadahnya. Ia sering
mengadakan perjalanan ke Makkah untuk beribadah dan memperdalam ilmu agama
Islam.
Suatu ketika, Nu'man bin Basyir
ditanya oleh seorang sahabat tentang kualitas ibadahnya. Ia menjawab, "Aku
tidak berpikir bahwa aku lebih baik dari orang lain.
Jumlah hadits yang diriwayatkan seperti
sudah diungkapkan, meskipun Nu’man bin Basyir termasuk kalangan yang berusia
kanak-kanak saat Rasulullah saw masih hidup, dia ternyata sudah dapat menangkap
segala hal yang disampaikan oleh Rasulullah saw.Imam adz-Dzahabi mengatakan
bahwa riwayat haditsnya berjumlah 114 hadits.