- trending-title
- Kelelahan yang Tak Terlihat: Ketika Rasulullah Saw. Menyimpan Luka untuk Umatnya
Doa adalah senjata orang beriman,
artinya, sangat efektif dan menentukan. Namun, ada kondisi yang membuat doa
lebih memenuhi syarat untuk dikabulkan Allah SWT, salah satunya adalah
terkabulnya doa Nabi Zakariya dalam Al Anbiya ayat 89-90.
وَزَكَرِيَّآ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥ
رَبِّ لَا تَذَرۡنِي فَرۡدٗا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلۡوَٰرِثِينَ ٨٩ فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُۥ وَوَهَبۡنَا لَهُۥ
يَحۡيَىٰ وَأَصۡلَحۡنَا لَهُۥ زَوۡجَهُۥٓۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ يُسَٰرِعُونَ فِي
ٱلۡخَيۡرَٰتِ وَيَدۡعُونَنَا رَغَبٗا وَرَهَبٗاۖ وَكَانُواْ لَنَا خَٰشِعِينَ ٩٠
“(Ingatlah)
Zakariya ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau
biarkan aku hidup seorang diri tanpa keturunan, sedang Engkau adalah
sebaik-baik waris. Maka, Kami mengabulkan (doa)-nya, menganugerahkan Yahya
kepadanya, dan menjadikan istrinya (dapat mengandung). Sesungguhnya mereka
selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan berdoa kepada Kami dengan
penuh harap dan cemas. Mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada
Kami.”
Dalam ayat tersebut terdapat tiga
alasan terkabulnya doa Nabi Zakariya, dilansir dalam aboutislam.net. Pertama,
bersegera untuk berbuat baik adalah salah satu sifat Nabi Zakariya dan
keluarganya. Kata bersegera mencerminkan kecepatan mereka dalam melakukan apa
yang baik dan dapat diterima.
Kedua,
Nabi Zakariya dan seisi rumahnya sangat ingin memohon kepada Allah SWT,
Kemuliaan-Nya, setiap saat, saat-saat suka, duka, harapan, atau ketakutan. Abu
Hurairah RA meriwayatkan, Rasulullah bersabda:
من
سرَّه أن يستجيب الله له عند الشدائد والكرب فليكثر الدعاء في الرخاء
“Barang siapa yang berharap Allah
akan mengabulkannya di saat susah dan sedih, maka hendaklah dia banyak berdoa
di saat senang ” (At-Tirmidzi dan Al-Hakim).
Ketiga,
tunduk adalah keadaan hati yang tercermin pada anggota badan dan tindakan seseorang.
Ini adalah definisi khusyuk. Alquran surat Al Baqarah ayat 45-46
menyebutkan:
وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ
وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَٰشِعِينَ ٤٥ ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَٰقُواْ
رَبِّهِمۡ وَأَنَّهُمۡ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ
٤٦
“Mohonlah
pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya (salat) itu
benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) orang-orang
yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan hanya kepada-Nya mereka
kembali.