- trending-title
- Kelelahan yang Tak Terlihat: Ketika Rasulullah Saw. Menyimpan Luka untuk Umatnya
Rasulullah SAW pernah mengisahkan
tiga orang pemuda yang bernasib mujur. Ketiga pemuda ini terjebak dalam gua
yang tertutup batu namun berhasil keluar dengan selamat.
Kisah ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar dan ditulis kembali oleh Abdul
Wadud Kasyful Humam dalam bukunya yang berjudul 40 Sahabat Nabi yang Memiliki
Karamah
"Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: 'Aku mendengar Rasulullah bersabda:
Ada tiga orang sebelum kalian sedang bepergian. Mereka lalu menginap di sebuah
gua. Tiba-tiba batu besar terjatuh dari gunung lalu menutupi pintu gua tempat
tiga pemuda ini berlindung.
Tidak ada celah sedikitpun di bibir gua yang bisa menjadi pintu untuk keluar
dari gua. Kemudian mereka berkata, 'Kalian tidak akan selamat dari batu besar
ini kecuali jika kalian berdoa kepada Alah dengan menyebutkan amal baik
kalian.'
Salah seorang dari mereka berkata, Ya Allah, aku memiliki dua orangtua yang
sudah tua dan lanjut usia. Aku tidak pernah memberi susu di malam hari kepada
keluarga dan budakku, sebelum memberi minum kepada kedua orangtuaku.
Suatu hari, aku mencari sesuatu, ketika aku pulang ternyata mereka berdua telah
tidur. Aku memerah susu dan aku dapati mereka sudah tertidur. Aku enggan
memberikan susu tersebut kepada keluarga atau budakku, sementara aku menunggu
sambil membawa gelas sampai mereka berdua bangun.
Ternyata mereka baru bangun ketika subuh. Setelah keduanya bangun, mereka
meminum susu tersebut. Ya Allah, jika aku melakukan itu semua karena mengharap
ridha-Mu, maka bantulah kami agar terlepas dari batu besar ini.'
Batu besar tersebut tiba-tiba terbuka sedikit, tapi mereka masih belum dapat
keluar.
Rasulullah lantas melanjutkan ceritanya, 'Kemudian yang lain pun berkata,
"Ya Allah, dulu aku punya keponakan yang sangat aku cintai. Kemudian
berlalu beberapa tahun, ia mendatangiku, dan aku pun memberinya uang 120 dinar.
Tapi aku memberikan syarat agar ia mau berzina denganku. la pun mau menerima
tawaran itu.
Sampai ketika aku ingin menyetubuhinya, ia berkata, "Tidak halal bagi kamu
membuka cincin kecuali dengan cara yang benar (nikah).' Aku kaget dan langsung
meninggalkannya, padahal dia adalah orang yang paling aku cintai.
Aku juga meninggalkan emas (uang dinar) yang telah aku berikan kepadanya. Ya
Allah, jika aku melakukan hal itu karena mengharapkan ridha-Mu, maka bantulah
kami agar terlepas dari batu besar ini.'
Batu besar tersebut tiba-tiba terbuka sedikit, tapi mereka masih belum dapat
keluar.
Rasulullah bercerita lagi, selanjutnya pemuda ketiga pun berkata, 'Ya Allah,
dulu aku pernah mempekerjakan beberapa pegawai, dan aku memberikan gaji pada
mereka, kecuali satu orang.
Aku kembangkan uang gajinya hingga menjadi banyak. Suatu saat, ia mendatangiku,
lalu bertanya, 'Wahai hamba Allah, bagaimana dengan gajiku dulu?' Aku berkata
kepadanya, 'Setiap yang engkau lihat itulah gajimu dulu, yaitu ada unta, sapi,
kambing dan budak.' la pun berkata, Wahai hamba Allah, jangan bercanda!' Aku
menjawab, 'Aku tidak bercanda.'
Ia lalu mengambil semua harta tersebut tanpa tersisa sedikit pun. Ya Allah,
jika aku melakukan hal itu karena mengharapkan ridha-Mu, maka bantulah kami
agar terlepas dari batu besar ini.'
Gua itu pun tiba-tiba terbuka. Batu besar yang menutupi bagian pintu gua hancur
atas kehendak Allah SWT. Tiga pemuda ini bisa keluar dengan selamat dari dalam
gua.