- trending-title
- Kelelahan yang Tak Terlihat: Ketika Rasulullah Saw. Menyimpan Luka untuk Umatnya
Buku Sirah Nabawiyah karya
Syekh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri mengisahkan memgenai kepribadian Rasulullah sebelum
diangkat menjadi nabi. Nabi Muhammad memiliki kelebihan dibandingkan
pemuda sebayanya.
Nabi Muhammad merupakan sosok yang
unggul dalam pemikiran, pandangan yang lurus, mendapat sanjungan karena
kecerdikan, kelurusan pemikiran, dan ketepatan dalam mengambil keputusan. Nabi
lebih suka diam lama-lama untuk mengamati, memusatkan pikiran dan menggali
kebenaran. Dengan akalnya nabi mengamati keadaan negerinya. Dengan fitrahnya
yang suci dia mengamati lembaran-lembaran kehidupan, keadaan manusia dan
berbagai golongan.Bahkan dia merasa risih terhadap khurafat dan menghindarinya.
Ketika berhubungan dengan manusia nabi selalu mempertimbangkan keadaan dirinya
dan keadaan mereka.Selagi mendapatkan yang baik, maka dia mau bersekutu di dalamnya.
Jika tidak, maka nabi lebih suka dengan kesendiriannya.
Beliau tidak mau meminum khamr, tidak
mau makan daging hewan yang disembelih untuk dipersembahkan kepada berhala,
tidak mau menghadiri upacara atau pertemuan untuk menyembah patung-patung. Bahkan
semenjak kecil beliau senantiasa menghindari penyembahan yang batil ini,
sehingga tidak ada sesuatu yang lebih beliau benci selain daripada penyembahan
kepada patung-patung ini, dan hampir-hampir beliau tidak sanggup menahan
kesabaran tatkala mendengar sumpah yang disampaikan kepada Latta dan Uzza.
Ibnul Atsir meriwayatkan, bahwa
Rasulullah pemah bersabda, "Tidak pernah terlintas dalam benakku suatu
keinginan untuk mengikuti kebiasaan yang dilakukan orang-orang.Jahiliah kecuali
hanya dua kali. Namun kemudian Allah menjadi penghalang antara diriku dan
keinginan itu. Setelah itu aku tidak lagi berkeinginan sedikit pun hingga Allah
memuliakan aku dengan risalah- Nya. Suatu malam aku pernah berkata kepada
seorang pemuda yang sedang menggembala kambing hersamaku, karena aku hendak
masuk Makkah dan hendak mengobrol di sana seperti dilakukan para pemuda lain.
"Aku akan melaksanakannya,"
kata pemuda rekanku. Maka aku beranjak pergi. Di samping rumah pertama yang
kulewati di Makkah, aku mendengar suara tabuhan rebana. "Ada apa
ini?"Aku bertanya. Orang-orang menjawab. “Perhelatan pernikahan Fulan dan
Fulanah." Aku ikut duduk-duduk dan mendengarkan.
Namun Allah menutup telingaku dan aku
langsung tertidur, hingga aku terbangun karena sengatan matahari esok harinya.
Aku kembali menemui rekanku dan dia langsung menanyakan keadaanku.
Maka aku mengabarkan apa yang
terjadi. Pada malam lainnya aku berkata seperti itu pula dan berbuat hal yang
sama. Namun lagi-lagi aku mengalami kejadian yang sama seperti malam
sebelumnya. Maka setelah itu aku tidak lagi ingin berbuat hal yang buruk.
Dikisahkan dalam hadits lain,
Al-Bukhari meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, dia berkata "Tatkala
Kakbah sedang direnovasi, Nabi ikut bergabung bersama mengambil batu. Abbas
berkata kepada beliau, "Angkatlah jubahmu hingga di atas lutut, agar
engkau tidak terluka olch batu."
Namun karena itu beliau justru jatuh
terjerembab ke tanah. Maka beliau menghujamkan pandangan ke langit, kemudian
bersabda. "Ini gara-gara jubahku, gara-gara jubahku." Lalu beliau
mengikatkan jubahnya.
Dalam riwayat lain disebutkan,
setelah itu tidak pernah terlihat beliau menampakkan auratnya." Nabi
menonjol di tengah kaumnya karena perkataannya yang lemah lembut, akhlaknya
yang utama, dan sifat-sifatnya yang mulia.
Beliau adalah orang yang paling utama
kepribadiannya di tengah kaumnya, paling bagus akhlaknya, paling terhormat
dalam pergaulannya dengan para tetangga, paling lemah lembut, paling jujur
perkataannya, paling terjaga jiwanya, paling terpuji kebaikannya, paling baik amainya,
paling banyak memenuhi janji, paling bisa dipercaya, hingga mereka menjulukinya
Al-Amin, karena beliau menghimpun semua keadaan yang baik dan sifat-sifat yang
diridhai orang lain.
Keadaan beliau juga digambarkan Ummul
Mukminin Khadijah , "Beliau membawa bebannya sendiri, memberi orang
miskin, menjamu tamu dan menolong siapa pun yang hendak menegakkan
kebenaran."