- trending-title
- Kelelahan yang Tak Terlihat: Ketika Rasulullah Saw. Menyimpan Luka untuk Umatnya
Sebagai hamba yang beriman, sudah tentu meyakini
bahwa semua urusan adalah Allah Ta’ala yang mengaturnya. Semua bentuk
Pertolongan dan Rezeki adalah Allah Ta’ala satu satuNya yang memberikanNya.
Maka sungguh aneh ketika ada
sebagian orang yang ngaku beriman masih mencari segala sesuatu urusan dengan
selain Allah Ta’ala, baik itu urusan yang kelihatannya samar atau sepele sampai
kepada urusan yang besar.
Curhatan hati yang seharuskan
direalisasikan dalam doa kepada Allah saja, ini sampai semua orang harus tahu,
katanya berita kepada kawan biar senasib sepenanggungan, ikutan iba, cari
perhatian yang tidak pada tempatnya.
Padahal Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam mengajari kita tentang doa yang bakal mampu dan bisa menjawab
setiap keluhan kita, masihkan kita tidak yaqin dengan doa ini sehingga masih
berusaha mencari dari selainNya.
اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ
حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.
“Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal,
sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan
karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Ahmad).
Didalam hadits yang lain
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah berwasiat kepada Abdullah bin
Abbas radhiyallahu anhuma dengan sabdanya:
إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ وَإِذَا
اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ
Artinya: “Apabila engkau meminta (hajat), maka
mintalah kepada Allah. Dan apabila engkau meminta pertolongan, maka mintalah
pertolongan hanya kepada Allah.”. (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).
Mari sejenak kita renungi hadits dibawah ini, Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam bersabda,
لِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ حَتَّى
يَسْأَلَهُ الْمِلْحَ وَحَتَّى يَسْأَلَهُ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَا انْقَطَعَ
“Hendaklah salah seorang dari kalian senantiasa meminta
kebutuhannya kepada Tuhan, sampai pun ketika meminta garam, sampai pun meminta
tali sandalnya ketika putus.” (HR. at-Tirmidzi).
Mintalah pertolongan kepada
Allah Ta`ala ketika ingin melakukan apa pun selama itu bukan kejahatan.
Mintalah pertolongan dan perlindungan kepada Allah Ta’ala meskipun itu untuk
urusan yang sangat kecil. Semoga apa pun yang kita lakukan senantiasa Allah
Ta`ala limpahi barakah dan menjadikannya sebagai penambah timbangan kebaikan di
Yaumil-Qiyamah.
Allah Ta’ala, berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى
قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِى
وَلْيُؤْمِنُوا بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang
Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa
apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan
beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 186)
Sesungguhnya do’a itu adalah
ibadah. Memperbanyaknya merupakan kebaikan. Merasa cukup sehingga menjauhkan
diri dari berdo’a kepadaNya merupakan kesombongan. Dan ini merupakan kehinaan
yang sangat besar. Jika menyombongkan diri di hadapan manusia saja tercela,
apalagi menyombongkan diri di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala, terhadap Allah
‘Azza wa Jalla. Na’udzubillahi
min dzaalik.
Wallahu a’lam