- trending-title
- Kelelahan yang Tak Terlihat: Ketika Rasulullah Saw. Menyimpan Luka untuk Umatnya
Rabbaniyah
adalah ketuhanan. Karakter ini memiliki arti bahwa agama Islam adalah agama
yang bersumber dari Allah SWT, bukan dari manusia maupun hasil pemikiran
manusia.
Karakteristik
rabbaniyah menekankan, ajaran Islam bersumber kepada Allah yang memiliki sifat
Maha Sempurna. Menurut Yusuf, tidak ada sedikit pun perbaikan atau pembaharuan
yang terjadi dalam ajaran Islam.
Hal ini
telah disampaikan Allah SWT dalam Al-Quran lewat surat Al-Anam ayat 115 yang
berbunyi:
وَتَمَّتۡ
كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدۡقٗا وَعَدۡلٗاۚ لَّا مُبَدِّلَ لِكَلِمَٰتِهِۦۚ وَهُوَ
ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ١١٥
Artinya: Telah
sempurna kalimat Tuhanmu (Al-Qur’an) dengan (mengandung) kebenaran dan
keadilan. Tidak ada (seorang pun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dia
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Hal
inilah yang membuat ajaran Islam berbeda dari ajaran-ajaran lainnya. Bahkan,
Allah SWT menjamin bahwa Islam adalah ajaran yang otentik dan murni karena sumbernya
merupakan wahyu atau kebenaran yang langsung disampaikan oleh Allah lewat
Rasul-Nya.
Sebagaimana
firman Allah SWT dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 174 yang berbunyi:
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَكُم بُرۡهَٰنٞ مِّن رَّبِّكُمۡ وَأَنزَلۡنَآ إِلَيۡكُمۡ
نُورٗا مُّبِينٗا ١٧٤
Artinya: Wahai
manusia, sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran (Nabi Muhammad
dengan mukjizatnya) dari Tuhanmu dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang
terang benderang (Al-Qur’an).
Menurut
Dr. Nyayu Soraya M.Hum. dalam buku Islam dan Peradaban Melayu, keberadaan
karakteristik ini dalam ajaran Islam itu berarti bahwa pembuat syari’at
hanyalah Allah SWT.
Artinya,
manusia sebagai umat-Nya hanya bisa menetapkan suatu ketentuan hukum dari
permasalahan yang belum ada ketentuan hukum pasti dalam Al-Quran dan sunnah
dengan berijtihad.
Rabbaniyah dalam Karakter
Seorang Muslim
Menurut
Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny, M.Ag., dalam buku Pendidikan Agama Islam, seorang
dengan karakteristik rabbaniyah memiliki tujuan hidup untuk mencari keridhaan
Allah SWT.
Seorang
dengan karakteristik ini akan menggunakan Al-Quran dan hadis sebagai tuntunan
hidup. Keberadaan karakteristik rabbaniyah dalam diri seorang Muslim tentu akan
memberikan pengaruh besar.
Pertama,
seorang Muslim dengan karakter rabbaniyah akan paham tentang hakikat dan
eksistensi diri sebagai umat-Nya. Kedua, mereka akan mengikuti fitrahnya
sebagai makhluk ciptaan Allah dan menjalani hidup dengan damai.
Ketiga,
mereka akan mendapatkan keselamatan dan ketenteraman jiwa. Keempat, saat
rabbaniyah telah mengakar pada diri seseorang, maka orang tersebut akan
terbebas dari perilaku-perilaku yang didasari pada kesenangan duniawi.
Terakhir,
mereka akan menjadikan Al-Quran dan hadis sebagai panduan untuk mencapai tujuan
hidupnya yaitu keridhaan Allah SWT.