- trending-title
- Kelelahan yang Tak Terlihat: Ketika Rasulullah Saw. Menyimpan Luka untuk Umatnya
Sahabat
Rasulullah SAW, Umar bin Khattab RA pernah menangis dengan keras saat membaca
surat At-Thur ayat ke tujuh. Karena terlalu kerasnya tangisan tersebut, beliau
pun sakit.
Dikutip dari
buku Ad-Daa wad Dawaa karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Umar bin Khattab menangis
ketika sampai pada ayat:
إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَٰقِعٞ ٧
"Sungguh,
azab Rabbmu pasti terjadi".
Karena sangat
kerasnya tangisan tersebut, beliau sakit, akhirnya para sahabat menjenguknya.
Umar bin Khattab berkata kepada anaknya
saat maut menjelang, "Celakalah kamu. Letakkan pipiku ke tanah,
mudah-mudahan Allah merahmatiku".
Lantas beliau melanjutkan: "Celakalah
ibuku, jika Allah tidak mengampuniku."
Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali,
baru kemudian meninggal dunia. (riwayat Ahmad)
Saar berdzikir di malam hari, Umar pernah
membaca ayat yang membuatnya takut sehingga dia tetap tinggal di rumahnya
selama beberapa hari. Orang-orang pun menjenguknya karena menyangka dia sedang
sakit. (riwayat Ahmad).
Dalam riwayat lain disebutkan di wajahnya
pun terdapat dua garis hitam akibat tangisan. (riwayat Ahmad dan Abu Nu'aim).
Ibnu Abbas RA berkata kepadanya,
"Allah membuka sejumlah kota, menaklukkan sejumlah negeri, serta melakukan
sejumlah hal dengan perantaraanmu."
Umar pun menjawab, "Aku senang
sekiranya aku selamat tanpa membawa pahala ataupun dosa." (riwayat Ahmad
dan Abu Nu'aim).
Adapun Allah SWT mensifati orang yang
bahagia dengan perbuatan baik yang disertai rasa takut. Hal ini sebagaimana
yang tercantum dalam Alquran surat Ar-Rad ayat 21.
وَٱلَّذِينَ
يَصِلُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيَخۡشَوۡنَ رَبَّهُمۡ
وَيَخَافُونَ سُوٓءَ ٱلۡحِسَابِ ٢١
“Dan orang-orang yang menghubungkan
apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya
dan takut kepada hisab yang buruk.”
Sementara itu, Allah SWT mensifati orang
yang sengsara dengan perbuatan buruk yang disertai rasa aman. Hal ini
sebagaimana tercantum dalam Alquran surat Al Isra ayat 68:
أَفَأَمِنتُمۡ
أَن يَخۡسِفَ بِكُمۡ جَانِبَ ٱلۡبَرِّ أَوۡ يُرۡسِلَ عَلَيۡكُمۡ حَاصِبٗا ثُمَّ
لَا تَجِدُواْ لَكُمۡ وَكِيلًا ٦٨
“Maka apakah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan membenamkan
sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa)
batu-batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindung pun.”
Siapa saja yang memperhatikan kondisi para
sahabat, niscaya ia akan mendapati mereka berada pada puncak amal disertai
dengan puncak rasa takut. Sementara orang biasanya lebih kepada menggabungkan
antara kurangnya amal, bahkan kelalaian dengan rasa aman.