- trending-title
- Kelelahan yang Tak Terlihat: Ketika Rasulullah Saw. Menyimpan Luka untuk Umatnya
Inspirasi dan
inovasi tentang harta selalu ada dan selalu baru. Kalau dulu orang berbangga
sebagai pekerja maka Robert Kiyosaki mengatakan bahwa pegawai adalah orang
rendahan karena diatasnya ada kalangan profesional. Diatas profesional masih
ada para pebisnis dan yang paling tinggi adalah investor karena uang mereka
yang bekerja untuk mereka bukan mereka bekerja untuk uang mereka.
Inspirasi
harta dan kaya ini yang membuat semua orang berfikir melakukan optimalisasi terhadap
asset yang dimiliki. Tanah kosong tidak lagi dibiarkan sebagian orang
memanfaatkan untuk ditanami namun panen tanaman dianggap tidak cukup menjajikan
kemudian dibangun kontrakan, kontrakanpun belum dianggap menjanjikan maka
dibangun apartemen dan pusat perbelanjaan yang nilai jualnya selangit. Lahannya
sama namun hasilnya berbeda karena strategi optimalisasinya berbeda.
Sayangnya
logika dunia tentang strategi keuntungan jarang digunakan oleh kita untuk
melipat gandakan keuntungan akhirat. Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk
memanen sebanyak-banyak pahala. Berbeda dengan keuntungan dunia yang sering
meleset maka keuntungan akhirat sudah pasti adanya. Kita perlu mencari dan
memahami kunci penggandaan pahala di Ramadhan agar kita sukses di dalamnya.
Perhatikan
baik-baik firman Allah SWT
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ
لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
“Dialah Allah SWT yang menciptkan kematian dan
kehidupan untuk menguji kalian siapa yang paling baik amalnya” Surat 67 :
2.
Ibnu
Ajlan mengatakan “Ahsanu amala” – amal terbaik bukan “Aktsaru amala” – Amal
terbanyak. Jadi focus kita pada kualitas amal bukan pada kuantitas amal.
Fudhoil
bin Iyyad mengatakan : ahsanu amalan yaitu akhlashuhu wa ashwabuhu ketika
ditanya apa akhlashuhu dan ashwabuhu beliau mengatakan : akhlasuhu selama amal
diniatkan karena Alloh SWT dan ashwabuhu jika amal berdasarkan sunah Nabi SAW.
Dalam hadits disebutkan “Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan penuh perhitungan maka diampuni dosanya”. Ihtisaban bisa dimaknai degan strategi agar amal kita menjadi maksimal nilai pahalanya. Semua orang berpuasa pada hari yang sama, jam dan waktu puasanyapun sama bahkan jumlah harinya juga sama namun hasil pahalanya berbeda-beda.
Itulah sebabnya imam Ghazali membuat peringkat bagi
mereka yang berpuasa. Ada yang berpuasa dengan peringkat awam. Ada yang
berpuasa dengan peringkat khusus dan ada yang berpuasa Dengan peringkat khusus
dengan kekhususan. Tidakkah kita ingin menjadi orang special dihadapan Allah
SWT ?
Amal berkualitas bisa dilakukan dengan beberapa
strategi. Diantaranya :
a. Karena
amalnya.
Yang haram tidak akan lebih baik dari yang
mubah, yang mubah tidak akan lebih baik dari yang sunah dan yang sunah tidak
akan lebih baik dari yang wajib. Jangan sampai tarawihnya bagus tapi isyanya
asal-asalan. Pilihlah amal yang bernilai tinggi dihadapan Allah SWT.
Amal berkualitas dapat juga dilihat dari
ucapan Rosululloh SAW tentang sholat sunah syruq
“Siapa yang sholat subuh berjamaah kemudian berdzikir
hingga matahari terbit kemudia sholat syuruq dua rokaat maka pahalanya sama
dengan haji dan umroh sempurna sempurna sempurna.
b. Karena
waktunya.
Waktu mustajabah Sepertiga malam, ketika
sujud, antara dua khutbah, menjelang ifthor atau Romadhon waktu dilipat
gandakannya pahala. keutamaan qiyamulail, sholat sunah fajar,
قال صلى الله عليه وسلم: (( ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها
)) مسلم
”Dua rokaat sebelum subuh pahalanya lebih
baik dari dunia seisinya”.
Pahala ibadah di malam lailatul qodr sebesar
1.000 bulan atau setara 83 tahun. Nantikan peluang bonus besar ini dengan
keseriusan dan kesungguhan penantian.
c. Karena
tempatnya.
Sholat dimasjid jauh lebih baik dari pada
dirumah, dimasjid nabawi lebih baik dari pada dimasjid biasa, dimasjid al
harom lebih baik dari masjid nabawi.
Siapa
yang sholat di masjidku (masjid nabawi) lebih 1.000 kali dibanding masjid yang
lain. Kecuali masjidil harom maka kebaikannya dilipatkan hingga 100.000 kali
lipat.
d. Karena
prioritas.
Ibadah dimusim paceklik yang terbaik adalah
sedekah bukan pergi haji, ibadah terbaik ketika masyarakat bodoh adalah ta’lim.
Ibadah terbaik ketika datang penjajah adalah jihad.
e. Karena
kemanfaatannya dirasakan banyak orang.
Amal yang terus mengalir.... Jariyah, hadits
tentang tujuh golongan yang akan mendapat naungan yang tidak ada naungan
kecuali naungan Alloh yang pertama adalah pemimpin yang adil karena dia beramal
tidak hanya untuk dirinya sendiri saja tapi dia beramal untuk umat dan negara.
f. Kesinambungan
dan istiqomah...
”Amal yang paling dicintai Allah adalah amal
yang berkesinambungan meskipun sedikit”. Kesholehan tidak hanya di bulan ramadhan tapi
kesholehan hakiki terus berkesinambungan kita kita mati.