- trending-title
- Kelelahan yang Tak Terlihat: Ketika Rasulullah Saw. Menyimpan Luka untuk Umatnya
Siapa diantara kita yang tidak mengenal nama Abdurrahman bin 'Auf ? Beliau termasuk sahabat yang dijamin masuk surga, beliau termasuk sahabat yang memiliki harta yang melimpah. Suatu hari beliau menangis, kira kira apa yang menyebabkan beliau menangis ?
Marilah
kita simak kisah berikut ini ;
عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ ، عَنْ أَبِيهِ ، أَنَّ
عَبْدِ
الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ أُتِيَ بِطَعَامٍ ، وَكَانَ
صَائِمًا ، فَقَالَ : " قُتِلَ مُصْعَبُ بْنُ عُمَيْرٍ وَهُوَ خَيْرٌ مِنِّي
فَكُفِّنَ فِي بُرْدِهِ ، إِنَّ غُطِّيَ رَأْسُهُ بَدَتْ رِجْلاهُ ، وَإِنْ
غُطِّيَ رِجْلاهُ بَدَا رَأْسُهُ ، وَأَرَاهُ قَالَ : وَقُتِلَ حَمْزَةُ وَهُوَ
خَيْرٌ مِنِّي ، ثُمَّ بُسِطَ لَنَا مِنَ الدُّنْيَا مَا بُسِطَ ، أَوْ قَالَ :
أُعْطِينَا مِنَ الدُّنْيَا مَا أُعْطِينَا ، وَقَدْ خَشِيتُ أَنْ تَكُونَ
حَسَنَاتُنَا عُجِّلَتْ لَنَا " ، ثُمَّ جَعَلَ يَبْكِي حَتَّى تَرَكَ
الطَّعَامَ .
Dari
Sa'd bin Ibrahim, dari ayahnya, bahwasannya suatu hari Abdurrahman bin
Auf diberi makanan, pada waktu itu beliau sedang puasa. Beliau
(Abdurrahman bin Auf) berkata ( bercerita) : Mus'ab bin Umair terbunuh,
dan dia lebih utama dariku, dia (hanya) dikafani dengan selendang( kain)
yang dimiliki nya. Apabila kain tersebut digunakan untuk menutupi
kepalanya, maka kedua kakinya akan terlihat, apabila kain tersebut
digunakan untuk menutupi kedua kakinya maka akan terlihat bagian
kepalanya. Kemudian Abdurrahman bin Auf berkata lagi : Hamzah juga telah
terbunuh, dan dia lebih baik dari diriku. Kemudian dibukakan bagi kita
kenikmatan kenikmatan dunia, kita telah diberi berbagai macam kenikmatan
dunia. Aku khawatir bahwasanya kenikmatan dunia yang kita dapatkan
termasuk kebaikan yang disegerakan. Kemudian beliau menangis dan
meninggalkan makanan tersebut.
[HR. Bukhari]
Dari kisah diatas kita bisa mengetahui hal yang menyebabkan Abdurrahman bin 'Auf menangis, beliau takut dan khawatir bahwasannya kenikmatan yang beliau dapatkan adalah kebaikan yang disegerakan oleh Allah baginya di dunia. Beliau khawatir apabila di akherat kelak beliau tidak mendapatkan apa-apa, ( karena semua nya telah beliau dapatkan di dunia).
[Bahjatun Nadziriin syarh Riyadu Shalihin, karya Syaikh Salim Al hilali, juz 1 halaman 521]
Para sahabat merupakan generasi terbaik umat ini, mereka bersegera dalam melakukan kebaikan, dan menahan diri dari setiap larangan, di waktu yang sama, mereka takut amalan-amalan yang mereka tidak diterima di sisi Allah, mereka khawatir apabila kenikmatan dunia yang mereka dapatkan merupakan bentuk kebaikan yang disegerakan di dunia.
Marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing, selama ini kita sering berbuat dosa , bermalas-malasan dalam ketaatan, walaupun demikian, Allah azza wa jalla tetap memberi begitu banyak kenikmatan kepada kita. Apakah kita tidak takut itu semua merupakan istidraj atau merupakan balasan dari sedikitnya amal kebaikan yang kita miliki, sehingga di akherat kelak kita sudah tidak mendapat apa-apa.
Semoga Allah memberikan taufiqNya kepada kita untuk meneladani jejak para sahabat Nabi shallahu 'alaihi wa sallam.
Oleh
: Ustadz Budi Santoso , Lc حَفِظَهُ
اللهُ تَعَالَى