- trending-title
- Kelelahan yang Tak Terlihat: Ketika Rasulullah Saw. Menyimpan Luka untuk Umatnya
Masjid Nabi yang Indah dan megah di Madinah dulunya hanya sebuah lahan
kosong. Setelah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya datang dari Makkah
(hijrah) lahan kosong ini dibangun masjid sederhana dengan atap pelepah kurma.
Siapa pemilik tanah yang menjadi tempat
dibangun masjid megah ini?
Menurut Saniyasnain Khan dalam bukunya “Ibadah
Haji Agar Kita Memahami Secara Tepat” menuliskan, pemiliknya adalah dua anak
yatim.
“Namanya Sahal dan Suhail,” tulisnya.
Dua anak yatim ini menawarkan kepada Nabi
Muhammad sebidang tanah untuk dibangun masjid. Karena tidak ingin menerima
tanah itu sebagai media, Nabi Muhammad membayarnya 10 dinar.
“Dari 10 dinar itu sebuah masjid sementara
dari batang pohon kurma pun dibuat,” katanya.
Bahkan, beliau sendiri ikut serta
membangunnya. Kemudian masjid ini diperluas dan terus diperluas lagi sampai
menjadi seperti sekarang ini.
“Di dalam masjid itu terdapat rumah Nabi
Muhammad SAW,” katanya.
Untuk memperkuat keimanan mereka, orang-orang
berkumpul di sana untuk mendengarkan bacaan Alquran dan nasehat-nasehat nabi.
Di sinilah sebagian besar Alquran diturunkan, dihafal dan ditulis.
Walaupun tempat itu bukan bagian dari manasik
haji, tetapi karena penghormatan yang besar kepada Nabi Muhammad para jemaah
haji tinggal di sini selama beberapa hari. Tujuannya untuk sholat di Masjid
Nabawi dan berziarah ke beberapa tempat bersejarah
Di antara tempat bersejarah di komplek Masjid
Nabawi di antaranya makam Nabi Muhammad SAW juga dan makam dua sahabatnya Abu
Bakar dan Umar.